Pengaruh Koordinasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai dalam Program Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan

Authors

  • Darwis Darwis Universitas Negeri Makassar, Indonesia, Indonesia
  • Andi Adhe Amalya Universitas Negeri Makassar, Indonesia, Indonesia
  • Ahmad Difa Awlia Aslim Universitas Negeri Makassar, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i3.1191

Keywords:

Koordinasi Kerja, Kinerja Pegawai, Stunting, BKKBN

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh koordinasi kerja terhadap kinerja pegawai dalam mendukung pelaksanaan program percepatan penurunan stunting pada Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori dan desain survei. Populasi penelitian berjumlah 82 pegawai aktif, dan seluruh populasi dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert. Variabel koordinasi kerja diukur melalui aspek kebijakan, perencanaan kerja, prosedur operasional, rapat, dan taklimat, sedangkan kinerja pegawai diukur berdasarkan aspek masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak. Hasil analisis menunjukkan bahwa koordinasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai korelasi Pearson sebesar 0,700 menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel. Model regresi sederhana menghasilkan persamaan Ŷ = 17,096 + 0,707X. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,489 menunjukkan bahwa koordinasi kerja menjelaskan 48,9% variasi kinerja pegawai, sedangkan 51,1% variasi kinerja belum dijelaskan oleh model penelitian ini. Hasil uji t memperoleh nilai t hitung sebesar 8,758 dengan signifikansi 0,000 sehingga hipotesis penelitian diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas koordinasi kerja berperan penting dalam mendukung kinerja pegawai dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.

References

Ayuningtyas, G. A. T., & Setyowati, K. (2023). Sinergitas antar stakeholders dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Surakarta. Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik, 18(2), 184. https://doi.org/10.20961/sp.v18i2.78902

Bella, F. D., Fajar, N. A., & Misnaniarti, M. (2020). Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting balita dari keluarga miskin di Kota Palembang. Jurnal Gizi Indonesia, 8(1), 31. https://doi.org/10.14710/jgi.8.1.31-39

Candarmaweni, & Rahayu, A. Y. S. (2020). Collaborative governance to achieve SDGs social development: Preventing stunting lesson from Pandeglang. E3S Web of Conferences, 211, 1014. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202021101014

Hadi, N. I. (2023). Challenges and Opportunities of Collaborative Governance in Addressing Stunting: Lessons from Papua. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v8i17.14183

Hermawan, Moch. F., Yudha, E. P., Kusno, K., & Nugraha, A. (2023). Konvergensi aktor kelembagaan dalam penanganan stunting di Kabupaten Sumedang. MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 9(1), 727. https://doi.org/10.25157/ma.v9i1.8968

Martony, O. (2023). Stunting di Indonesia: Tantangan dan solusi di era modern. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 1734–1745. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.6930

Milwan, M., & Sunarya, A. (2023). Stunting reduction in Indonesia: Challenges and opportunities. International Journal of Sustainable Development and Planning, 18(7), 2223–2231. https://doi.org/10.18280/ijsdp.180727

Munawir, H., Islamy, L. O. S., & Ramadhan, S. (2024). Perilaku organisasi terhadap penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Buton Tengah. Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Ilmu Komunikasi, 3(2), 147–158. https://doi.org/10.59713/jipik.v3i2.890

Pasolong, H. (2017). Teori Administrasi Publik. Alfabeta.

Patimah, S., Khalid, S. H., Asrina, A., & Septiyanti, S. (2024). Stunting perception among stakeholders: A qualitative study. Media Gizi Indonesia, 19(2), 206–215. https://doi.org/10.20473/mgi.v19i2.206-215

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 Tentang percepatan penurunan stunting, Pub. L. 72, Lembaran Negara RI (2021).

Randani, A. I., Baliwati, Y. F., Sukandar, D., & Tanziha, I. (2022). Economic and consumption variables and their associations with stunting prevalence: A provincial analysis of the Indonesian Child Nutritional Status Survey 2019. Jurnal Gizi Dan Pangan, 17(1), 57–66. https://doi.org/10.25182/jgp.2022.17.1.57-66

Saputri, R. A., & Tumangger, J. (2019). Hulu-hilir penanggulangan stunting di Indonesia. Journal of Political Issues, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.33019/jpi.v1i1.2

Setiawan, A. (2023). Sinergitas dalam upaya percepatan penanganan kasus stunting di Kota Serang. JIIP Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 8(2), 169–186. https://doi.org/10.14710/jiip.v8i2.17388

Siramaneerat, I., Astutik, E., Agushybana, F., Bhumkittipich, P., & Lamprom, W. (2024). Examining determinants of stunting in Urban and Rural Indonesian: A multilevel analysis using the population-based Indonesian family life survey (IFLS). BMC Public Health, 24(1), 1371. https://doi.org/10.1186/s12889-024-18824-z

Sopiatun, S., & Maryati, S. (2020). Continuum of care as an effort to reduce stunting events in Karawang District. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 7(2), 129–136. https://doi.org/10.32668/jitek.v7i2.250

Syafrawati, S., Lipoeto, N. I., Masrul, M., Novianti, N., Gusnedi, G., Susilowati, A., Nurdin, A., Purnakarya, I., Andrafikar, A., & Umar, H. B. (2023). Factors driving and inhibiting stunting reduction acceleration programs at district level: A qualitative study in West Sumatra. PLoS ONE, 18(3). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0283739

Usman, H. (2016). Manajemen teori, praktek, dan riset pendidikan (4th ed.). Bumi Aksara.

Utami, T. N., Kosasih, K., & Sayidin, R. (2023). Analysis of policy formulation and implementation of stunting reduction in Penajam Paser Utara District In 2021. Journal on Education, 5(4), 13218–13227. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2322

Wahyuni Azis, A. S. F., Darmawansyah, D., Razak, A., Arifin, A., Syafar, M., & Mallongi, A. (2023). Analysis of policy implementation of the first 1000 days of life program in overcoming stunting in Maros District. Pharmacognosy Journal, 15(3), 405–410. https://doi.org/10.5530/pj.2023.15.92

Wardani, D. S. (2021). Team convergence in prevention and reduction of stunting rate in Malang District, East Java, Indonesia. Bioscience Biotechnology Research Communications, 14(5), 133–140. https://doi.org/10.21786/bbrc/14.5/26

Wulandari, R. D., Laksono, A. D., Bela, S. R. A., Fatiah, M. S., Rohmah, N., Sukoco, N. E. W., Nandini, N., & Luthviatin, N. (2025). Determining policy targets for reducing the number of stunted papuan children under five years old in Indonesia: A secondary data analysis of the 2022 Indonesian national nutritional status survey. Malaysian Journal of Medical Sciences, 32(3), 170. https://doi.org/10.21315/mjms-10-2024-798

Downloads

Published

2026-08-27

How to Cite

Darwis, D., Amalya, A. A., & Awlia Aslim, A. D. (2026). Pengaruh Koordinasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai dalam Program Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 7(3), 816–823. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i3.1191

Citation Check

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.