Strategi Komunikasi Politik Digital Partai Gerindra dalam Memulihkan Citra Prabowo Subianto melalui TikTok

Authors

  • Lutfia Insani Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Esa Unggul, Indonesia
  • Syurya Muhammad Nur Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Esa Unggul, Indonesia
  • Juandanilsyah Juandanilsyah Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Esa Unggul, Indonesia
  • Nurmala Nurmala Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Esa Unggul, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i4.1199

Keywords:

Pemulihan Citra, Komunikasi Politik Digital, TikTok

Abstract

Sosok Prabowo Subianto sebagai figur militer yang keras dan kontroversial, terutama akibat tuduhan pelanggaran hak asasi manusia pada peristiwa 1997–1998, menjadi beban citra yang perlu dipulihkan menjelang Pemilihan Presiden 2024. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi digital Partai Gerindra dalam memulihkan citra Prabowo melalui akun TikTok @partaigerindra, serta pola pesan, visual, dan narasi yang digunakan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berparadigma konstruktivis dengan desain studi kasus, data primer dihimpun dari delapan video TikTok @partaigerindra yang diunggah September 2023–Desember 2024, ditunjang data sekunder dari jurnal, buku, dan pemberitaan. Analisis difokuskan pada Image Restoration Theory William Benoit sebagai kerangka utama, dengan The Eight Laws of Personal Branding Peter Montoya dan Image Theory sebagai penunjang, serta semiotika Roland Barthes sebagai alat baca tanda. Hasil menunjukkan pemulihan citra dijalankan lewat tiga strategi, yaitu reducing offensiveness melalui bolstering, denial lewat pembingkaian ulang identitas, dan evading responsibility lewat kontekstualisasi peran sebagai pemimpin masa depan. Sebaliknya, mortification, corrective action, attacking the accuser, dan compensation sama sekali tidak digunakan, sehingga tuduhan masa lalu tidak pernah dijawab secara langsung, melainkan ditimpa dengan bahan ingatan baru. Seluruh tanda bermuara pada satu mitos dominan, yaitu “pemimpin rakyat yang dicintai”. Citra gemoy Prabowo terbukti merupakan hasil konstruksi komunikasi sistematis, bukan fenomena viral kebetulan.

References

Aminulloh, A., & Fianto, L. (2023). Wacana dan citra politik kandidat presiden 2024 di media sosial. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (JISIP), 12(3), 425–436.

Ardianto, E. (2004). Teori dan Metodologi Penelitian “Public Relations.” Mediator, 5(2), 231–241. https://media.neliti.com/media/publications/151329-ID-teori-dan-metodologi-penelitian-public-r.pdf

Barthes, R. (2013). Mythologies (trans. Anntte Lavers), New York: Hill and Wang, 1972. S/Z: An Essay.

Benoit, W. L. (1997). Image repair discourse and crisis communication. Public Relations Review, 23(2), 177–186.

Fahruji, D., & Fahrudin, A. (2023). Pemanfaatan media sosial dalam kampanye politik menjelang Pemilu 2024: Studi kasus tentang akun media sosial partai politik dan politisi. JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan), 6(2), 118–132.

Firamadhina, F. I. R., & Krisnani, H. (2020). Perilaku generasi Z terhadap penggunaan media sosial TikTok: TikTok sebagai media edukasi dan aktivisme. Share: Social Work Journal, 10(2), 199–208.

Harrop, M. (1990). Political Marketing, Parliamentary Affairs. Oxford University Press Oxford.

Indrayani, I. I. (2009). Media dan politik citra dalam politik Indonesia kontemporer. Scriptura, 3(2), 129–139.

Jefkins, F. (1992). Hubungan Masyarakat (Terjemahan). Penerbit Intermasa.

Krisnadiyanti, S. P., & Achmad, Z. A. (2024). Pendekatan Kepemimpinan dan Kepribadian dalam Personal Branding Prabowo Subianto di TikTok@ partaigerindra. Journal of Management, Education and Communication, 2(2), 89–108.

Kurniawan, I. (2024). Strategi marketing politik dan personal branding Prabowo Subianto dalam Pemilu Presiden 2024. Ikon--Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 29(1), 68–80.

Louw, E. (2010). The media and political process.

Marenza, A. F., Yanto, Y., & Dianti, M. H. (2024). Personal Branding" Gemoy" Prabowo (Case Study On The Tiktok Account@ Partai Gerindra). Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 3(4), 209–218.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya. Buku.

Montoya, P., Vandehey, T., & Viti, P. (2003). The personal branding phenomenon. Orange Country: Peter Montoya Inc.

Muchtar, K., & Djati Bandung, G. (2016). Komunikasi politik dan pembentukan citra partai. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(2), 136–147.

Mulyadi, I. F. (2023). Strategi Personal Branding Prabowo Subianto Sebagai Capres Melalui Media Sosial. Philosophiamundi, 1(2).

Nimmo, D. D. (1978). Political Communication and Public Opinion in America. Goodyear Publishing Company. https://books.google.com/books?id=Uy27AAAAIAAJ

Saussure, F. de. (1931). Cours de linguistique generale (Vol. 31967). Paris Payot.

Schill, D. (2012). The visual image and the political image: A review of visual communication research in the field of political communication. Review of Communication, 12(2), 118–142.

Social, W. A., & Meltwater. (2025). Digital 2025: Indonesia. DataReportal. https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia

Watch, H. R. (1998). Indonesia: The Role of The Military In The East Timor Crisis. Human Rights Watch.

Yulianti, E., Sucipta, I. D. K., & Kristanto, H. (2024). Strategi personal branding Prabowo Subianto dalam membangun citra politik di media sosial instagram (Studi fenomenologis pada pemilihan presiden 2024). Communication & Design Journal, 1(1), 15–30.

Downloads

Published

2026-09-25

How to Cite

Insani, L., Nur, S. M., Juandanilsyah, J., & Nurmala, N. (2026). Strategi Komunikasi Politik Digital Partai Gerindra dalam Memulihkan Citra Prabowo Subianto melalui TikTok. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 7(4), 1062–1074. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i4.1199

Citation Check

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.